Bab 294
"Sikap acuh dan pilih kasihmu terhadap Hanisha, semuanya menunjukkan bahwa kamu benar-benar ingin putus denganku."
Thalia berusaha sekuat tenaga mengendalikan emosinya, tapi tidak mampu menahan diri.
Thalia sudah terlalu sering merasakan sikap dingin Zavier.
Namun, begitu selesai berbicara, Zavier mengangkat wajahnya.
Mata gelap Zavier menatap lurus ke arahnya, tanpa berkedip.
Zavier berbicara dengan suara yang lirih sambil menggertakkan giginya, "Aku nggak mau kamu putus denganku."
Semua yang Zavier lakukan didasarkan pada prinsipnya sendiri.
Zavier tidak menyukai Hanisha.
Hanya memilih sisi yang menurutnya lebih benar.
Thalia menarik napas dalam-dalam. "Tapi apa yang kamu lakukan, apa yang kamu ungkapkan, memang seperti itu."
Thalia mencubit telapak tangannya agar suaranya terdengar normal.
Ketika kesedihan meluap, suaranya akan tercekat.
Zavier merasakan sesak yang aneh di dadanya ketika melihatnya seperti ini.
Namun, Zavier tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Karena Zavier tidak m

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link