Bab 295
Zavier tidak pernah mempertimbangkan untuk putus dengannya.
Mungkin Zavier tidak akan memulai pembicaraan tentang pernikahan.
Namun, Zavier juga tahu bahwa entah itu Thalia, Chelsea, atau Andre.
Jika ada di antara mereka yang membicarakannya, Zavier akan setuju.
Sepuluh menit berlalu.
Thalia masih belum menerima balasan dari Zavier.
Hatinya perlahan kembali menjadi tenang.
Thalia berpikir sejenak lalu berkata, "Mungkin kamu sudah terbiasa dengan kehadiranku."
"Kamu memang sejak awal terkena OCD, mungkin kamu hanya merasa nggak nyaman karena tiba-tiba kehilangan seseorang seperti aku di sisimu."
"Nggak," balas Zavier tanpa sadar.
Matanya yang dalam berkedip lalu segera mengingatkan Thalia, "Aku masih bisa membedakannya."
Zavier seorang dokter, tahu betul gejala-gejala OCD.
Zavier memejamkan mata, lalu akhirnya berkata, "Thalia, aku nggak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan padamu."
"Tapi Chelsea tidak memaksaku untuk bertunangan."
Ini adalah salah satu momen langka di mana Zavier mengu

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link