Bab 91
Tidak mungkin membawa Vivian langsung ke Toko Perhiasan Carisse. Kalau wajahnya muncul di sana, dan pelayan tidak mau memberi diskon, sementara dia sendiri tidak punya uang untuk membayar, bukankah itu akan sangat memalukan?
Lagi pula, belum tentu orang-orang di sana akan menghormati Carel. Kalau dia punya jabatan resmi di Grup Carisse sih masih mending, atau kalau cuma ambil perhiasan seharga beberapa miliar juga mungkin bisa. Namun, kalau nilainya sampai 200 miliar, siapa yang mau menghormatinya sebesar itu?
Melihat ekspresi Carel yang jelas-jelas mulai gugup, Vivian pun langsung menyadari, meskipun dia memang keturunan Keluarga Qiran, tetapi posisinya tidak tinggi, bahkan bukan bagian inti keluarga.
Namun, saat ini tetap harus menghormati Carel. Vivian segera melambaikan tangan dan berkata.
"Kalau begitu, terima kasih dulu, Tuan Muda Carel. Soal perhiasan itu, saya akan beli sendiri kalau sudah punya uang. Niat baik Tuan Muda Carel saya terima. Sebenarnya saya ingin tanya hal lain."

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link