Bab 92
Jennie sempat tertegun mendengar perintah Vivian, tidak langsung bergerak.
Vivian mengernyit, sorot matanya penuh amarah.
"Kamu tuli, ya? Nggak dengar apa yang aku katakan? Aku bilang buang gelas itu, buang gelas itu sekarang!"
Jennie pun mengangguk dengan ketakutan, lalu segera melaksanakan perintah.
Vivian menatap ke arah kepergian Carel, wajahnya penuh dengan kebekuan.
"Apa dia nggak pernah bercermin? Dia pikir dirinya siapa, berani-beraninya mengejarku, panggil-panggil aku "Vivian" dengan sok akrab, benar-benar menjijikkan!"
"Aku, Vivian, bukan tipe wanita yang bisa dikejar oleh orang pinggiran seperti dia!"
Mendengar itu, Jennie benar-benar terkejut, seolah tidak mengenali Vivian lagi.
Carel itu kan benar-benar darah murni Keluarga Qiran, putra Keluarga Qiran!
"Vi ... Vivi, bukankah Tuan Muda Carel itu putra Keluarga Qiran?"
Vivian tertawa dingin sambil menggeleng.
"Putra Keluarga Qiran itu banyak, dia itu apa? Mau kasih perhiasan saja masih ragu-ragu, jelas nggak punya kuasa, cum

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link