Bab 97
"Dia bilang aku orang baik?"
Aku mengangguk dengan penuh semangat.
Entah apa yang Dion pikirkan, wajah yang awalnya serius dan dingin tiba-tiba menyunggingkan senyuman.
"Bohong."
Jantungku berdebar kencang.
Detik berikutnya, Dion mengulurkan tangannya ke arahku.
Aku mengulurkan tanganku tanpa berpikir panjang, dia pun langsung menggenggam tanganku begitu menyentuhnya. Di saat yang sama, pasangan di samping meraih kedua lenganku sambil mendekat dan menatap Dion dengan waspada.
"Pak, ini putri kami. Ada tamu yang harus kami temui, tolong lepaskan dia."
"Putri kalian?"
Dion menatap pasangan itu, lalu tatapannya tertuju padaku dan dia berkata dengan sinis, "Putrimu jelas-jelas sedang sakit jiwa, kenapa malah bawa dia ke hotel?"
"Mereka mau menjualku kepada seorang pria tua! Mereka sudah sepakat untuk bertemu di sini, aku akan diantar ke sana dan pria itu akan memberi mereka uang. Mereka bukan orang tuaku, tapi pedagang manusia!"
Mendengar beberapa kata terakhir, raut wajah Dion tiba-tiba b

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link