Bab 7
Aleya duduk di kursi samping pengemudi dan setengah memejamkan matanya, berusaha mengabaikan suasana harmonis di dalam mobil.
Di kursi belakang, Malena dan Haris duduk di kiri dan kanan Aldino.
Sejak membaca informasi tentang Haris, Aleya sudah tahu bahwa Keluarga Utomo bisa dibilang sangat berkuasa di Kota Syaron.
Tanpa pengaruh dari kekuatan keluarga, kantor polisi di sini tidak bisa menahan Malena.
Malena mengeluarkan botol air dan dengan lembut memberi Aldino minum. "Anak baik, waktunya minum air."
Aldino meneguk airnya dengan lahap. "Jus apel buatan Bibi Lena enak sekali!"
Haris mencubit pipi putranya yang tembam dan putih. "Ini semua berkat kamu yang mengurus makanan Aldi selama ini."
Malena menunduk dan berujar dengan wajah yang memerah, "Ini kan memang tugasku."
"Anak-anak lain iri sekali aku punya Bibi Lena," kikik Aldino, lalu menempel dengan manja kepada Malena. "Andai saja Bibi Lena bisa menjadi ibuku!"
Pemandangan yang berlalu dengan cepat di luar jendela mobil tiba-tiba m

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link