Bab 8
Pesawat Aleya pun mendarat di Bandara Internasional Keffern. Ketika Aleya dan Jackson berjalan keluar dari terminal mengikuti orang-orang, Aleya langsung merasakan tekanan tak kasat mata.
Di terminal kedatangan, puluhan pengawal berbaju hitam dan memakai earphone berdiri membentuk tembok manusia. Mereka memisahkan area penjemputan biasa menjadi zona vakum, membuat para penumpang melirik.
Di tengah-tengahnya berdirilah seorang pria paruh baya dengan aura yang tenang dan kuat.
Pria itu adalah Agung Yudis. Walaupun usianya sudah separuh abad, penampilannya masih sangat terawat. Sorot tatapannya tampak tajam, uban di pelipisnya justru menambah wibawanya.
Agung mengabaikan kerumunan yang gaduh di sekitarnya dan hanya fokus menatap terminal kedatangan dengan binar penuh harap, bak seorang ayah biasa yang menunggu anaknya pulang.
Aleya berhenti berjalan, ekspresinya terlihat sangat enggan.
Namun, Agung langsung mengenali putrinya.
Setelah 15 tahun berlalu, ayah dan putrinya itu kembali saling

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link