Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 191

Napasku tercekat. Jelas-jelas aku tidak memiliki perasaan apa pun pada pria ini dan juga hilang ingatan, tapi hatiku tetap terasa sakit saat mendengar Lucio menilai diriku yang sebelumnya. Aku tanpa sadar memegang dadaku, tapi aku tidak ingin dia melihatnya, jadi aku pura-pura memasang ekspresi cuek. Kenapa hatiku masih bisa terasa sakit meskipun aku sudah hilang ingatan dan tidak memiliki perasaan apa pun pada pria ini? Apakah dulu aku sangat mencintai pria ini? Meskipun aku sudah hilang ingatan, naluriku masih tertanam dengan kuat di dalam tubuhku? Aku menarik napas dalam-dalam untuk menekan perasaan ini. Tidak peduli seberapa besar rasa sakit yang kurasakan, ini hanyalah sebuah emosi kecil. Bagiku yang sekarang, emosi ini sangat mudah untuk ditekan. Aku menatapnya dengan datar. "Karena dulu aku begitu menyebalkan, kenapa kamu nggak cerai denganku? Harusnya ini adalah hal yang mudah bagimu." "Nggak usah memanas-manasiku," ujar Lucio yang bisa langsung menebak isi pikiranku. "Natalie,

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.