Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 379

Salah satu alasan Merry tidak ingin Marvin melihat, adalah karena mulut orang ini benar-benar sangat menyebalkan, bahkan selalu senang melihatnya ditertawakan. Merry tidak menggubris perkataan Marvin, dirinya mengambil teko kopi, menuang secangkir untuk dirinya sendiri. "Kamu juga nggak perlu terlalu sedih, foto-foto ini jelas sekali hanya dipilih dari sudut tertentu. Terutama foto yang memberikan bunga mawar itu, bahkan wajah Shayne nggak berani ditampilkan jelas, bisa dipercaya sampai sejauh mana? Jangan bilang kalau hatimu serapuh itu, ya." Merry agak terkejut menatap Marvin. "Kamu ternyata ... bisa mengucapkan kata-kata seperti itu?" "Kenapa aku nggak bisa? Menurutmu aku akan mengatakan apa?" "Dengan sifatmu, bukankah seharusnya kamu akan mentertawakan aku habis-habisan?" Marvin merasa tidak senang. "Sepertinya, di dalam hatimu ... aku memang orang seperti itu?" Merry mengangguk serius. "Betul." Marvin tertegun mendengar tanggapan Merry. Angin sepoi bertiup, menghapus gerah yang ad

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.