Bab 380
...
Sinar mentari mulai condong ke barat, Merry sedang makan malam sendirian di restoran. Saat dirinya bersiap untuk berjalan-jalan di taman sekitarnya, tiba-tiba terlihat seorang pria masuk dari luar.
Merry menatap pria yang makin mendekat, agak meragukan apakah dirinya masih setengah tertidur setelah tidur siang.
Karena dirinya dan Marvin tidak berada terlalu lama di paviliun, Merry hanya tinggal sampai waktu makan siang, lalu pulang.
Sore itu dirinya juga sempat tidur siang.
Setelah Merry bangun dan membasuh diri sebentar, hampir sudah waktunya makan malam.
Merry menatap Shayne yang berjalan menghampirinya, dengan terkejut bertanya, "Kenapa kamu pulang?"
Kalimatnya benar-benar karena rasa penasaran, tanpa ada maksud lain.
Bagaimanapun, selama ini Shayne tidak pernah pulang lebih awal seperti ini.
Sungguh membuatnya ... sangat terkejut.
Shayne berdiri di hadapannya, menundukkan kepala menatapnya.
Saat itu, langit sudah mulai gelap.
Shayne berdiri di hadapannya, sosoknya yang tinggi d

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link