Bab 428
"Dulu melihat perlakuannya padamu, aku sempat mengira kamu punya bobot besar di hatinya. Tapi sekarang tampaknya hanya begitu saja. Aku sudah repot sampai begini, ternyata Shayne sama sekali nggak tahu apa-apa. Huh, kamu Nyonya Wilson yang gagal. Kamu bahkan sudah hilang sehari semalam, tapi hanya satu telepon dan satu pesan, lalu nggak ada lagi."
Baru saat ini Merry mengalihkan pandangannya ke Marco.
Matanya tampak kosong, wajahnya tampak lelah dan letih. Bahkan matanya dipenuhi aura putus asa.
Merry tidak berkata apa pun, entah karena mendengar ucapan Marco atau tidak, wajahnya tampak linglung.
Melihat ekspresi itu, Marco teringat pada pengalamannya sendiri. Jadi ekspresinya mengandung sedikit rasa iba.
"Pria ternyata memang suka yang baru. Aku tadinya kira Shayne berbeda dari pria lain, ternyata ...."
Marco menggeleng dan menghela napas. "Kamu nggak perlu terlalu sedih. Dari segi status maupun bantuan pada Shayne, Yuna jelas pilihan terbaik. Lagi pula, Yuna juga nggak kalah cantik d

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link