Bab 429
Tidak lama kemudian, ponsel di karpet bergetar.
Sampai panggilan otomatis terputus, baru berhenti.
Tidak lama kemudian, ponsel kembali bergetar.
Saat ini, Merry sedang terbaring tidak sadarkan diri di ranjang.
...
"Bangun! Bangun cepat!" Seseorang mengguncang bahunya kuat-kuat. "Kamu nggak apa-apa ... sial, panas sekali? Kamu sedang demam tinggi!"
Seseorang bergumam di telinganya, sambil terus mengguncangnya.
"Jangan tidur! Cepat bangun!"
Kelopak mata Merry seberat ribuan kilo.
Dia lelah sekali, ingin tidur, tapi orang itu terus mengguncangnya, membuatnya tidak bisa terlelap.
Setelah berjuang beberapa kali, akhirnya Merry membuka mata.
Yang pertama terlihat adalah wajah tampan yang diperbesar, garis wajah tegas sempurna, mata indahnya penuh kecemasan.
Pupil Merry yang sempat kosong sedikit fokus dan bergumam tanpa sadar, "Mar ... vin?"
Wajah tegang pria itu akhirnya sedikit mengendur.
Lalu, seakan tersadar sesuatu, dia berkata dengan nada dingin, "Merry, apakah kamu bodoh? Demam seting

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link