Bab 75
Darah segar mengalir dari tubuh Sofie, mewarnai lantai marmer yang bersih hingga tampak mengerikan.
Bahkan Merry pun tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi, seketika dia terpaku di tempat.
Saat itu juga, seorang pria tampan berbaju jas gelap kebetulan berjalan mendekat.
Melihat Sofie yang jatuh dari tangga, pupil mata Shayne langsung mengecil tajam.
"Sofie!"
Dia melangkah cepat ke depan, mengangkat Sofie yang terjatuh, lalu berkata dengan suara berat, "Panggil ambulans!"
...
Di rumah sakit, lampu ruang gawat darurat menyala, merah dan menyilaukan.
Wajah tampan sang pria seperti diselimuti awan kelam, tampak amat muram dan dingin.
"Merry, pasti kamu! Pasti kamu yang mendorong Sofie dari atas! Kamu wanita jahat!"
Franciska yang mendapat kabar segera datang dan langsung menunjuk hidung Merry sambil memaki tanpa kesopanan.
"Kamu nggak akan puas sebelum membunuh Sofie, ya? Bagaimana bisa ada wanita sekejam dan menjengkelkan sepertimu, apa kamu nggak punya rasa malu?"
Merry memandangi

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link