Bab 212
Yevan bersandar pada dinding, satu kakinya santai menendang lantai, pandangannya yang lembut terarah pada Rosie yang juga bersandar di dinding.
"Patricia bukan orang yang baik, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Rosie.
Yevan tersenyum. "Perasaan saja. Ada orang yang bisa melihatnya sekilas saja, ada juga yang pura-pura tidak melihat meski tahu dan ada pula yang benar-benar tak peka, sampai-sampai nggak menyadarinya sama sekali."
Rosie mengangguk.
Patricia mengambil jurusan manajemen pemasaran, namun secara otodidak juga mempelajari desain busana. Bisa dibilang berbakat, katanya dia bahkan pernah merancang pakaian untuk beberapa sosialita di kalangan atas.
Namun, ulasan terhadap hasil karyanya biasa saja, pengaruhnya tidak terlalu menonjol.
Dia mempelajarinya semata-mata demi mengikuti Carlo. Dalam dua tahun terakhir, seluruh tenaga dan perhatian Carlo tercurah pada Carlomase Fashion, dia ingin berjalan di jalur yang sama dengannya.
Sedangkan Profesor Heristo adalah perancang ter

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link