Bab 213
Saat Rosie mencoba meneleponnya lagi, ponsel itu sudah mati.
Rosie kelelahan hingga terengah-engah.
Kalau bukan karena semalam dibuat kelelahan oleh Carlo, kedua kakinya tidak akan sampai selemas ini.
Tangannya gemetar hebat, dengan susah payah membuka WhatsApp Yevan dan melakukan panggilan video. Yevan baru saja pergi tidak lama, saat ini pasti masih berada di rumah sakit.
Melihat pria itu berlari naik dari bawah. Dia menyeringai sinis. "Mau lari ke mana?"
Rosie bisa melihat dengan jelas bahwa pria itu masih di bawah umur. Dia menarik napas untuk menenangkan diri, memandang ke bawah tangga dan baru hendak melangkah naik, dia menyadari dari atas tangga pun ada seseorang yang sedang turun ke arahnya.
...
Ketika Carlo keluar dari kamar mandi, dia melihat ponselnya terjatuh di lantai. Dia menunduk untuk memungutnya, ponsel itu ternyata sudah dalam keadaan mati.
"Maaf, tadi saat mengambil air nggak sengaja menyenggolnya. Coba lihat, apakah ponselnya rusak?" Patricia setengah berbaring di t

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link