Bab 180
Marsha perlahan-lahan membuka matanya.
Dia dapat merasakan ada yang menempelkan pisau tajam di lehernya.
Segera, dia mengingat apa yang terjadi sebelumnya di tempat parkir.
Saat ini dia sedang disandera seseorang.
Dia terlihat tetap tenang dan dingin.
Dibandingkan delapan tahun lalu, dia sekarang tidak merasa takut sedikit pun.
"Hei, kamu sudah sadar, ya."
Melihat Marsha sadar, Jack langsung berkata dengan suara seram, "Pas sekali, kamu bisa melihat bagaimana pria ini akan memilih antara nyawanya atau nyawamu."
Marsha seketika terkejut.
Dia melihat ke arah pintu kelas, memang ada Arman yang berdiri di sana.
Di bawah kaki Arman ada sebilah pisau tajam.
"Arman, kamu nggak perlu pedulikan aku, cukup bunuh dia saja."
Marsha berkata dengan dingin, "Kamu juga seharusnya tahu, dia nggak akan melepaskanku meski kamu mati."
"Tapi kalau dia nggak mati, kamu pasti akan mati."
Jack menyelanya dan tersenyum sinis.
Dia kembali menatap Arman dengan tatapan dingin dan berkata, "Sekarang saatnya kamu m

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link