Bab 431
"Da ... dalaman?"
Arman terkejut ketika melihat Lydia yang tersipu malu.
Awalnya Arman masih belum menyadari.
Namun, ketika Arman ingat apa yang terjadi, dia pun terkejut.
"Ya."
Lydia mengangguk. Matanya bergetar seolah-olah akan meneteskan air mata.
Barusan, Lydia terlalu gugup, jadi lupa untuk membawa pakaian dalam.
Di rumah, tidak masalah jika Lydia lupa membawa pakaian dalam. Dia bisa mengambilnya setelah mengenakan gaun tidur.
Akan tetapi, sekarang tidak bisa ...
Arman juga ada di sini.
Apabila Lydia hanya mengenakan gaun tidur, bukankah itu sama saja dengan ada bagian yang terbuka?
"Dokter Lydia, kamu simpan ... di mana?"
Arman bertanya dengan napas yang membara di dadanya.
"Di laci paling bawah lemari."
Leher Lydia menjadi merah.
“A ... aku tahu."
Arman menarik napas dalam-dalam.
Usai mengatakan itu, Arman berbalik, berjalan ke arah lemari, membuka pintu lemari, dan menarik laci paling bawah sesuai petunjuk Lydia tadi.
Tiba-tiba Arman melihat berbagai macam pakaian di depannya.

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link