Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 432

"Arman, kenapa kamu terlihat begitu gugup?" Ketika melihat Arman tampak gugup, Lydia tiba-tiba ingin menggodanya. Lydia mendekatkan bibirnya ke telinga Arman dan mengembuskan napasnya dengan lembut. "Apa aku terlihat begitu seksi sekarang?" Whoosh! Arman merasakan embusan napas hangat di telinganya dan bulu-bulu di tubuh Arman pun langsung berdiri. Melihat tindakan cerdik Lydia, Arman juga tahu maksud perkataan wanita itu. Dia pun tersenyum pahit dan berkata, "Dokter Lydia, jangan menggodaku. AC-nya sangat dingin. Hati-hati, jangan sampai masuk angin." "Nggak seru!" Ketika melihat Arman tidak terjebak, Lydia menghela napas. Setelah itu, Lydia pun kehilangan minat untuk menggoda. Dia berjalan ke depan cermin di meja rias, mengambil pengering rambut, dan mulai mengeringkan rambutnya. "Huft!" Arman merasa lega di dalam hatinya. Dia seperti baru saja melarikan diri dari bencana. Terkadang, Arman tidak tahu karakter asli Lydia. Terkadang, Lydia bersikap malu-malu seperti gadis kecil. Namun,

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.