Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 10

Suasana terasa membeku. Faris menatap tangan Viko yang ada di pundakku. Raut wajahnya tampak sangat suram. Daffin menatap bingung Alfie, lalu beralih menatapku. Bibirnya bergerak, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Niken adalah yang pertama bereaksi. Suaranya terdengar gemetar, "Kak Luna ... ini ... " "Suamiku." Aku menerima susu kedelai tadi, lalu memperkenalkan, "Viko." Viko mengangguk ke mereka. Dia tersenyum sambil berkata, "Halo semuanya." Faris tidak merespons sama sekali. Dia menatap lurus ke arahku. Suaranya terdengar geram, "Kamu sudah menikah?" "Sudah dari tiga tahun lalu." Aku menjawab dengan tenang. "Tiga tahun ... " Faris mengulangi. Dia lalu tiba-tiba tertawa, merasa semuanya tidak masuk akal. "Lalu kamu di mana dua tahun setelah ledakan itu?" Aku menatap matanya. "Melanjutkan hidup." Dia menelan ludah. "Kenapa ... " Suaranya serak, "Kenapa kamu nggak pulang?" Aku tidak langsung menjawab, dan malah menunduk untuk menatap Alfie. "Kamu tunggu di sana dulu, ya?" Alfie mengan

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.