Bab 754
Reva membuka matanya yang sayu. Napasnya memburu, seolah hampir kehabisan udara.
"Nenek!" Morris yang melihat bibir neneknya membiru langsung panik.
Reva tadi mendengar Morris berkata bahwa tidak ada orang di luar. Dengan suara serak, wanita itu mengucap satu kata, "Lari ... "
Dia menyuruh si kecil segera melarikan diri tanpa memedulikan dirinya.
Tangannya yang lemah terus mendorong tubuh Morris.
"Nenek, kenapa? Jangan suruh aku pergi. Aku nggak mau meninggalkan Nenek ... Nenek!"
Reva kehabisan tenaga. Matanya perlahan terpejam.
Sekencang apa pun Morris berteriak, tubuh wanita itu bergeming.
Saking paniknya, Morris menangis. Apakah sang nenek akan baik-baik saja?
Tubuh kecilnya tidak mampu mendorong tubuh neneknya, padahal sekarang adalah kesempatan untuk melarikan diri. Apakah dia harus tetap menjaga neneknya atau lari mencari pertolongan?
Morris bingung selama beberapa detik. Dia mengeluarkan pena lipat dari saku dan dengan mata berkaca-kaca menulis pesan di selembar kertas. Dia meli

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link