Bab 128 Dihalangi oleh Hardy
Setiap kali memikirkan apa yang menimpa Keluarga Kidarsa, Susan akan sulit menahan diri dan menjadi emosional. "Aku memberimu kesempatan, jadi siapa yang memberi kesempatan pada orang tuaku? Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Grup Kidarsa bisa bangkrut secepat itu!"
Wildan merasa canggung karena diteriaki. Dia menundukkan kepala dengan malu sambil mengusap hidungnya. "Memang benar aku yang salah dulu, tapi kali ini aku sungguh ingin membantu dengan tulus."
Mendengar itu, Susan berbalik, lalu membuka pintu ruangannya, dan mengusirnya dengan tegas. "Kalau kamu benar-benar ingin yang terbaik untukku, silakan pergi. Aku nggak butuh bantuanmu."
Dia sudah tidak percaya dengan pamannya lagi. Jadi, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi sekarang.
Wildan buru-buru menjelaskan, "Susan, aku tahu kamu nggak percaya Paman sekarang, tapi Paman akan berubah."
Susan masih memasang ekspresi dingin di wajahnya. "Silakan pergi sekarang."
Melihat sikap Susan yang begitu tegas, Wildan tidak tinggal lebih

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link