Bab 89
Malam beberapa hari kemudian.
Bang ....
Terdengar suara gedebuk dari lantai dua, seperti ada sesuatu yang berat jatuh ke lantai.
"Kamu cepat naik periksa, jangan-jangan Steve jatuh!" Lena kaget bukan main. Dia panik sambil mendorong William.
William naik ke atas. Begitu sampai di depan pintu kamar, dia langsung tertegun.
"Steve ...."
"Steve!"
Lena belum mendapat kabar dari William. Dia malah mendengar memilukan dari William.
Dia memang sudah khawatir. Saat siang penglihatannya masih lumayan, tapi malam hari hampir buta. Dia meraba-raba naik ke lantai atas dengan hati-hati.
"Sayang! Steve berdiri! Steve berdiri!"
Lena terdiam sejenak. Meski penglihatannya agak buram, dia tetap bisa melihat sosok Steve berdiri. Air matanya pun langsung jatuh.
Dia berpikir hari itu tidak akan pernah datang. Dia kira Steve akan menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda ....
Suara gedebuk tadi sebenarnya karena Steve mencoba berjalan beberapa langkah lagi. Namun, tanpa latihan rehabilitasi profesional, ototn

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link