Webfic
Buksan ang Webfix app para sa higit pang kahanga-hangang content

Bab 19

Johan berbalik tanpa belas kasihan. Namun baru saja dia melangkah ke pintu, terdengar teriakan di belakangnya. Saat menoleh, dia melihat Selvi menerjang ke arahnya dengan pisau bedah dan menusuknya dengan penuh amarah. Selvi, yang telah kehilangan segala harapan, menatap Johan dengan kebencian yang membara. Wajahnya tampak gila, tubuhnya kurus dan masih ada sisa janin di badannya. Dengan mata merah, dia kembali menusukkan pisau itu. Aroma darah semakin pekat di udara, tapi dia tak peduli. Matanya hanya tertuju pada pria yang selama ini menyiksanya. Ini adalah satu-satunya kesempatan baginya untuk membalas dendam. "Johan! Ayo mati bersama!" Kebencian yang tak berujung benar-benar menguasai Selvi. Saat dia melihat pisau bedah menancap ke tubuh Johan, dia justru merasa lega. Saat dia hendak menusuk untuk kedua kalinya, tangan Johan mencengkeram gagang pisau itu dengan kuat. Darah keluar dari telapak tangan Johan, lalu dengan kekuatan besar dia mendorong Selvi yang sudah kehilangan kendali

Naka-lock na chapters

I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content

I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.