Bab 20
Johan berkata dengan tegas, sementara Selvi memeluk kepalanya dan menangis sambil menjerit tanpa henti.
Dia merasa seolah-olah sama sekali tidak mengenal Johan. Tekanan yang datang dari pria itu membuatnya hampir sesak napas.
"Johan ... semua yang kulakukan itu hanya supaya kita bisa bersama."
"Kapan aku bilang ingin bersamamu? Nila akan selalu menjadi istriku, dan kamu nggak akan bisa menggantikannya."
Johan berbicara dengan dingin, seperti angin badai yang mengancam, membuat Selvi gemetar. Air matanya mengalir saat menatap Johan dengan rasa takut dan hancur.
"Padahal kamu sendiri yang nggak peduli pada Nila! Kalau kamu peduli, kenapa kamu tidur bersamaku? Kalau kamu peduli, kenapa kamu tega menyakitinya? Kalau kamu peduli, kenapa kamu bersikap baik padaku?"
"Jelas di hatimu juga ada aku! Kamu nggak benar-benar mencintai Nila!"
Selvi berteriak dengan putus asa, namun Johan tetap menatapnya dengan dingin dan menakutkan.
"Kamu berani menyamakan dirimu dengan Nila? Memangnya kamu siapa!"

Naka-lock na chapters
I-download ang Webfic app upang ma-unlock ang mas naka-e-excite na content
I-on ang camera ng cellphone upang direktang mag-scan, o kopyahin ang link at buksan ito sa iyong mobile browser
I-click upang ma-copy ang link