Bab 15
Mendengar suara wanita itu, Reza seolah ditarik ke surga dengan cepat setelah terjatuh ke neraka, jantungnya berhenti mendadak, lalu berdebar kencang kembali seperti es yang mencair menjadi air.
"Nara ... " Reza tanpa sadar memanggil nama kekasihnya. Takut sambungan itu terputus, dia buru-buru melanjutkan dengan suara panik, "Nara, ini aku. Aku ... "
Namun Nara sama sekali tidak memberinya kesempatan. Suaranya berubah dari lembut menjadi dingin dan keras, tajam seperti paku es yang menusuk langsung ke paru-parunya. "Pergi."
Telepon yang memuat seluruh harapan Reza pun diputus tanpa ampun.
Reza terdiam di tempat, bibirnya terkatup kaku.
Ada begitu banyak hal yang ingin dia katakan pada Nara. Dia ingin meminta maaf, dan mengakui bahwa semua ini adalah kesalahannya. Dia ingin mengatakan bahwa dia sangat mencintai Nara dan memohon agar dimaafkan. Dia juga ingin mengatakan bahwa dia tahu, selama ini Nara selalu menunggu satu kata maaf dan satu pengakuan cinta darinya.
Namun, Reza tidak mamp

Locked chapters
Download the Webfic App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link