Bab 35
Olivia tidak berpikir macam-macam, hanya menerima sambil mengangguk, "Baik."
Baru setelah itu Marco menoleh sedikit pada Lina.
Gadis itu memang cantik, alis lentik, mata besar, kulit putih, dan tinggi semampai.
Tapi, tidak terasa akrab.
Tidak seperti Olivia saat pertama kali ditemuinya, yang membuat hatinya ingin lebih mengenalnya.
"Bu Olivia, ini temanmu?"
"Ah, bukan! Ini teman kuliah Pak Marcello."
"Teman kuliah paman?" Marco menatap Lina sekali lagi, lalu mengulurkan tangan. "Halo, aku Marco, keponakan Marcello."
"Halo, aku Lina, teman Pak Marcello saat studi di luar negeri."
Lina sebenarnya sudah menyadarinya sejak pandangan pertama.
Bagaimanapun, aura Keluarga Furan begitu kental dan wajah paman keponakan itu ada kemiripan.
"Kalian sedang ada urusan? Kalau begitu, aku nggak akan ganggu." Marco tersenyum lembut pada Olivia. "Kalau ada apa-apa, telepon saja."
Saat melihat Marco pergi, Olivia baru ingat, dia harus membawanya pergi periksa untuk menebus obat maag!
Di belakangnya, Lina

Haga clic para copiar el enlace
Descarga la aplicación Webfic para desbloquear contenido aún más emocionante
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil
Encienda la cámara del teléfono para escanear directamente, o copie el enlace y ábralo en su navegador móvil