Bab 11
Ekspresi Louis membeku sesaat.
Rasa tidak nyaman itu semakin kuat, merayap tanpa suara dari dadanya menuju tenggorokan.
Tanpa sadar, dia memasukkan tangan ke dalam saku dan menggenggam erat cincin kawin yang pernah dilemparkan Andien.
Dia sengaja menyuruh orang mencari cincin itu di lautan setelah Andien pergi.
Sudut-sudut berlian menekan kuat telapak tangannya, tapi Louis seolah tidak merasakan sedikit pun rasa sakit.
Wajah Louis perlahan menggelap.
"Cabut lidahnya."
Pengawal di belakangnya langsung bergerak, menekan direktur yang sama sekali tidak melawan ke atas meja.
"Louis, sekalipun kamu mencabut lidahku, itu nggak akan mengubah fakta kalau yang aku katakan adalah kebenaran!"
"Semuanya ini gara-gara kamu! Dasar binatang, demi merebut Grup Waney kamu bahkan nggak segan-segan mencelakai Andien!"
Louis mengangkat tangan, menghentikan gerakan pengawal.
"Pergi dan selidiki."
"Kalau ada satu kata saja dari mulutmu yang palsu, nanti bukan lidahmu yang dicabut, tapi kepalamu."
Javon sege

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda