Bab 10
Wajah Haris tampak agak panik.
Meski dia sudah memerintahkan pelayan untuk mengosongkan barang-barang Wendy, seharusnya tidak secepat ini. Dia pun hendak menghentikan Lisa.
Namun, Lisa sudah lebih dulu mendorong pintu kamar.
Kamar yang kemarin masih tampak dihuni, kini kosong melompong, tanpa sedikit pun kehangatan kehidupan.
Pakaian di lemari, kosmetik di meja rias, serta berbagai barang milik Wendy, semuanya telah dibereskan dengan bersih.
Bahkan seprai dan gorden pun sudah diganti dengan yang baru, tampak seperti sebuah kamar tamu.
Haris terpaku di tempat.
Lisa memandangi kamar itu dengan puas, lalu bertanya pada Haris, "Boleh aku tinggal di kamar ini?"
Wajah Haris tampak tidak terlalu baik, tetapi dia tetap mengangguk.
Karena sudah dibereskan, maka biarlah Lisa tinggal di sini.
Paling-paling nanti dia akan mencarikan rumah lain untuk Wendy.
Saat keluar dari kamar, dia melirik pelayan dan tiba-tiba berkata dengan nada aneh, "Cepat juga beresnya."
Pelayan tidak mengerti maksudnya dan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda