Bab 9
Di rumah sakit, Haris menatap pesan yang tidak jelas itu. Hatinya tiba-tiba bergetar.
Seperti tiba-tiba kehilangan satu ketukan, muncul rasa panik yang tidak bisa dijelaskan.
Di sampingnya, wajah Lisa tampak kesal. "Haris, Cynthia hanya ingin menghibur Nina, nggak disangka Nina malah sengaja mendorongnya."
"Tubuh Cynthia memang selalu lemah, kalau sampai terjadi apa-apa padanya, aku nggak ingin hidup lagi."
Lisa menangis pilu, dan sangat membutuhkan Haris untuk menegakkan keadilan.
Haris menekan kegelisahan di hatinya, lalu meyakinkan Lisa, "Tenang saja. Aku akan memberimu penjelasan untuk hal ini."
Selesai bicara, dia keluar dari bangsal dan menelepon Wendy.
Namun, tidak disangka panggilan itu sama sekali tidak tersambung.
Wajahnya yang sudah muram menjadi makin gelap, Haris membuka jendela percakapan dan menatap pesan itu.
Amarah tanpa nama tiba-tiba menyembur keluar.
Dia mengetik dengan cepat di kolom obrolan, rentetan tudingan pun muncul. [Cuma karena aku nggak mengantar Nina ke ru

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda