Bab 22
Melihatnya seperti itu, kilatan rasa sakit melintas di mata Haris.
Lisa segera terus memohon, "Asalkan kamu melepaskan aku, mulai sekarang aku nggak akan pernah muncul di hadapanmu lagi, nggak akan mengganggu urusanmu."
"Aku masih punya anak. Tolong, demi Cynthia, lepaskan aku."
Mendengar kata-kata itu, Haris hanya mendorongnya dengan perasaan berat.
Dia tahu, Lisa yang ada di hadapannya kini sudah bukan lagi sosok yang dulu ada di lubuk hatinya.
Dan justru demi sebuah bayangan semu, Haris telah melepaskan wanita yang setia menunggunya selama sepuluh tahun.
Haris merasa dirinya sungguh konyol.
Dia berkata pada pengawal, "Bawa dia ke kantor polisi."
"Untuk Cynthia, aku akan meminta orang untuk mengurusnya. Kamu nggak perlu khawatir."
Kembali ke rumah sakit, Haris masih ingin menjenguk Wendy.
Saat tiba di luar ruang rawat, dia justru melihat perawat sedang membereskan kamar. Barulah dia tahu bahwa Wendy sudah keluar dari rumah sakit.
Datang lagi ke rumah Keluarga Siswanto, Haris dengan c

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda