Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 10

"Lalu, kalian ... apa kalian tahu Anita pergi ke mana? Jam berapa dia meninggalkan rumah?" Pandu tanpa sadar menjilat bibirnya yang kering. Suaranya terdengar serak dan parau. Para pelayan serempak menggelengkan kepala. "Pak, Bu Anita sudah pergi membawa koper sejak pagi-pagi sekali. Kami benar-benar nggak tahu ke mana dia pergi." Pergi? Ke mana lagi Anita bisa pergi? Pikiran Pandu mendadak kosong. Dia berpikir keras, tetapi tidak bisa menemukan satu pun tempat tujuan yang mungkin didatangi istrinya. Orang tua Anita sudah lama bercerai. Masing-masing telah memiliki keluarga baru, jadi tidak mungkin Anita pergi menemui mereka. Satu-satunya harapannya kini adalah teman-teman Anita. "Halo? Ini Pandu. Apakah Anita bersama denganmu?" "Ah? Apa yang kamu bicarakan? Bagaimana mungkin Anita ada di sini?" Percakapan serupa terulang berkali-kali. Bahkan Pandu sampai bertanya kepada teman-temannya sendiri. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan Anita. Rasa putus asa yang

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.