Bab 22
Ponselnya yang tergeletak di tempat tidur terus berdering, mengirimkan foto dan informasi terkini tentang keberadaan Anita dari para netizen.
Dihadapkan dengan begitu banyak informasi, Pandu hampir tidak bisa membedakan informasi mana yang berguna dan mana yang tidak.
Terlalu banyak orang dari berbagai ras yang datang hanya untuk memperebutkan hadiah uang. Sekalipun Pandu mempekerjakan beberapa orang untuk membantu proses seleksi, tetap saja itu pekerjaan yang sangat berat.
Pandu jadi mulai menyesali keputusannya.
Namun, dia tidak punya pilihan!
Selain mengandalkan bantuan netizen dan inisiatif Anita untuk mengungkap informasi, dia Pandu nyaris tidak punya cara untuk menemukan Anita.
Pandu duduk di tempat tidur dan merasa putus asa.
Saat itu, beberapa asistennya mengirimkan beberapa foto yang berbeda.
[Pak Pandu, ada yang mengatakan kalau Anita muncul di depan gereja di Kota Banea Negara Antala. Kami sudah menyuruh orang untuk mencarinya di sana. Mohon datang sesegera mungkin.]
Setelah

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda