Bab 12
Ericko sedikit mengernyit dengan agak bingung.
Sementara itu, Liana terus berbicara. Nada bicaranya bahkan lama-lama menjadi lebih kasar.
"Tapi, kamu harus tahu kalau aku ini putri sulung dari Grup Wangsa! Kamu, sekalipun kamu adalah CEO, paling ujung-ujungnya kamu jadi budak untuk keluarga kami. Perbedaan status kita bagaikan langit dan bumi."
"Jadi, buang saja keinginanmu itu. Aku nggak akan pergi denganmu!"
Setelah Liana berkata seperti itu, suasana di dalam ruangan itu pun menjadi sunyi senyap.
Ekspresi Ericko yang awalnya terlihat terkejut dan bingung pun berubah menjadi tenang, lalu akhirnya sorot tatapannya menjadi dingin. Ericko tertawa kecil.
Ericko sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang 20 tahun lalu menyelamatkannya dengan separuh roti kukus terakhir itu dan melewati masa-masa tersulit bersamanya ternyata akan berakhir menjadi seperti ini.
Ericko merasa begitu asing dan jijik dengan Liana saat ini.
Namun, Ericko tidak mengucapkan sepatah kata pun dan langsung berjalan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda