Bab 13
"Apa katamu?"
Ericko sontak mengepalkan tangannya, dia segera menyuruh seseorang untuk menarik Davin berdiri. Ericko pun mencengkeram kerah baju Davin. "Ulangi kata-katamu lagi!"
Davin menelan ludahnya dengan gugup.
Dia belum pernah melihat Ericko yang seperti ini.
Pria yang biasanya selalu tenang dan kalem itu kini tampak begitu marah. Rahang Ericko tampak tegang, urat-urat lehernya menonjol keluar. Ericko terlihat seperti akan lepas kendali kapan saja.
Namun, Davin tetap menjawab walaupun masih tergagap, "Na ... Natasha sendiri yang mau pergi! Aku benar-benar nggak mengusirnya! Aku bahkan punya nota transfer uang kepadanya! Tolong berbelas kasihanlah, Pak Ericko ...."
Ericko melemparkan Davin ke atas tanah, lalu memerintahkan anak buahnya untuk menyeret pasangan itu pergi dan mengunci mereka.
Setelah memastikan bahwa memang ada catatan transaksi sebesar 40 triliun, mata Ericko pun perlahan-lahan memerah.
Ternyata Natasha benar-benar bermaksud untuk pergi. Kenapa dia ingin pergi?
Kena

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda