Bab 15
Mata Ericko sontak terbelalak, dadanya terasa begitu sesak.
Liana tertawa dengan makin sinis.
"Kamulah yang melindungiku di rapat itu, kamu juga yang meninggalkan Natasha demi menyelamatkanku saat aku dalam bahaya! Kamu sendiri yang bahkan mengirimnya ke pusat penahanan demi membelaku ...."
"Ini semua salahmu!"
Suasana terasa hening selama beberapa detik.
Ericko tiba-tiba tertawa.
Dia melepaskan tangannya yang menggenggam leher Liana.
"Kamu benar, ini memang salahku."
Ericko berbicara dengan perlahan, sorot tatapannya sarat akan kesan mengerikan. "Jadi, sekarang saatnya aku memperbaiki kesalahanku."
Belum sempat Liana bereaksi, para pengawal sudah menahan tubuhnya. "Ericko, kamu mau apa! Lepaskan aku!"
"Lepaskan? Nggak akan."
Ericko mendekatkan wajahnya ke telinga Liana, lalu menjulurkan lidahnya seperti ular berbisa. "Akan kutunjukkan seperti apa kehidupan yang lebih buruk dari kematian."
"Aaah!"
Jeritan kesakitan Liana yang memilukan pun bergema di penjuru vila.
Darah Liana mengalir

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda