Bab 1
Untuk meredam sifat sombong dan keras kepala Natasha Wangsa, ayahnya meminta orang kepercayaannya, Ericko Dana, untuk mendidiknya.
Tentu saja Natasha tidak akan sudi tunduk pada perintah seorang pria yang hanya menjabat sebagai CEO di anak perusahaan ayahnya.
Jadi, Natasha pun mulai menyusun berbagai trik untuk memaksa Ericko menyerah.
Pada hari pertama bekerja, Natasha langsung menghancurkan Mobil Porsche milik pria itu.
Namun, Ericko hanya meliriknya sekilas dan berkata, "Catat kerusakannya. Pembayarannya akan diambil dari gaji Nona Natasha."
Pada hari kedua, Natasha mengganti materi presentasi rapat Ericko dengan video dewasa.
Raut wajah Ericko tidak berubah sedikit pun. Ericko langsung memaparkan seluruh isi rencana proyek tersebut secara lisan dengan sempurna. Pria itu berhasil mendapatkan proyek penting tersebut, hingga membuat semua orang terpukau.
Natasha tidak bisa menerima semua ini. Wanita itu akhirnya diam-diam memberikan obat perangsang ke dalam minuman Ericko di sebuah acara perjamuan, ingin mempermalukan pria itu di depan umum.
Namun, Natasha tidak pernah menyangka bahwa dia akan digendong masuk ke dalam kamar presidensial, hingga tubuhnya hampir hancur karenanya ....
Semua orang mengatakan bahwa Ericko adalah pria terhormat, berintegritas, serta bermartabat.
Namun, hanya Natasha yang mengetahui betapa gilanya pria itu setiap malam saat menekannya di atas tempat tidur, lalu membolak-balikkan dirinya tanpa henti.
Di kursi belakang Rolls Royce, di meja kerja ruang rapat, bahkan di depan jendela kaca besar kantor lantai atas ....
Pria yang tampak dingin dan terkendali itu mencengkeram pinggang ramping Natasha yang berada dalam balutan gaun merah membara. Pria itu mendidik Natasha dengan berbagai cara dan posisi.
Usai pergumulan itu, pria itu melangkah masuk ke kamar mandi.
Pada saat itulah, Natasha menerima pesan dari sahabatnya yang merasa kesal.
[Nona Natasha, apa kamu sudah gila? Apa kamu sudah dibutakan oleh cinta?]
[Ericko itu hanya seorang CEO di anak perusahaanmu! Kenapa kamu sampai rela membatalkan pertunanganmu dengan pewaris Keluarga Pradana, keluarga terkaya di Kota Naman hanya demi dia?]
Natasha tidak membalas.
Mereka semua tidak tahu.
Nama asli Ericko adalah Ericko Pradana.
Dialah pewaris Keluarga Pradana itu.
Pria yang sangat Natasha cintai, pria yang ingin dimilikinya setiap malam, justru adalah pria yang memiliki hubungan pertunangan dengannya.
Seharusnya ini adalah hal yang sangat baik.
Namun, wajah Natasha tidak menunjukkan senyuman sama sekali.
Setelah terdiam sejenak, Natasha menghubungi Davin Wangsa, ayahnya.
Natasha berkata, "Aku bersedia memberikan pertunangan dengan pewaris Keluarga Pradana kepada Liana, tapi aku punya syarat ...."
Suara penuh kegembiraan orang tuanya langsung terdengar dari ujung lain telepon, "Syarat apa? Selama kamu bersedia menyerahkan pertunangan itu, kami akan menyetujui apa pun!"
"Aku menginginkan 40 triliun." Natasha menundukkan pandangan, tatapannya tampak sangat dingin.
"Empat puluh triliun?" Nada suara orang di ujung lain langsung meninggi, "Apa kamu gila? Apa kamu ingin membuat kami bangkrut?"
Natasha tertawa sinis.
"Jangan berpura-pura. Keluarga Pradana menawarkan uang 60 triliun sebagai mahar. Kalian masih bisa menyimpan 20 triliun, sementara Liana bisa menjadi menantu keluarga konglomerat papan atas. Ini kesepakatan yang sangat menguntungkan, jadi kalian pasti sedang tertawa kegirangan sekarang."
Keheningan melanda sejenak.
Dua detik kemudian, ayahnya menjawab dengan cepat, "Baiklah, kita sepakat!"
"Tunggu, bagaimana kami bisa yakin kalau kamu nggak akan berubah pikiran?" tanya Marisa, Ibu Natasha, dengan tiba-tiba.
Nada waspada dan penuh kecurigaan itu seperti pisau yang menusuk ke dalam hati Natasha.
Selama bertahun-tahun ini, Natasha berpikir dirinya sudah mati rasa menghadapi keberpihakan seperti ini. Namun, ternyata hatinya masih terasa sakit.
"Aku sudah mengurus semua dokumennya. Setengah bulan lagi aku akan pergi ke luar negeri, nggak akan pernah kembali lagi."
Suara Natasha sedikit bergetar.
Dua puluh tahun yang lalu, Natasha adalah putri kecil kesayangan Keluarga Wangsa.
Sampai suatu hari, orang tuanya membawa pulang seorang gadis. Ternyata dia adalah Liana, kakak kandungnya yang diculik ketika masih kecil.
Karena penderitaan Liana di masa lalu, orang tuanya memberikan seluruh cinta mereka kepada gadis itu sebagai bentuk penebusan.
Sejak saat itu, Natasha menerima berbagai macam ketidakadilan.
Kamar kesukaan Natasha yang bagaikan kamar seorang putri diberikan kepada Liana
Karya kompetisi yang Natasha persiapkan selama tiga bulan penuh diberikan kepada Liana.
Bahkan medali kehormatan yang Natasha dapatkan dengan menyelamatkan orang hingga hampir mengorbankan nyawanya pun, juga diberikan pada Liana ....
Setiap kali Natasha mengajukan protes, dia hanya akan mendapat omelan dari orang tuanya, "Kakakmu sudah banyak menderita, sedangkan kamu sudah mendapatkan banyak kebahagiaan selama ini. Apa salahnya kalau kamu mengalah sedikit?"
Natasha seperti boneka yang kapasnya dikosongkan perlahan. Dia menyaksikan dengan tanpa daya ketika semua miliknya dirampas satu per satu, lalu diberikan pada Liana.
Bahkan pertunangannya dengan putra pewaris Keluarga Pradana yang sudah ditetapkan neneknya pun ingin mereka berikan pada Liana.
Ini juga yang menjadi alasannya.
Alasan mengapa Natasha mengamuk hingga hampir menghancurkan seisi vila. Pada akhirnya, karena ayahnya mendengar ketegasan Ericko dalam memimpin, dia langsung mengirimkan Natasha ke anak perusahaan untuk dididik.
Natasha mengembuskan napas panjang, lalu mengambil ponsel Ericko.
Kata sandinya adalah hari ulang tahun Liana.
Natasha mengeratkan genggamannya, lalu membuka WhatsApp.
Ericko sudah menyematkan kotak obrolan dengan Liana di bagian paling atas.
Dalam isi obrolan mereka ....
Pria yang selalu menganggap Natasha kekanak-kanakan itu ternyata menyimpan berbagai stiker lucu yang dikirimkan Liana.
Pria yang selalu bersikap kaku padanya itu ternyata selalu mengingatkan Liana untuk makan dan beristirahat.
Pria yang sering mengabaikan pesannya itu ternyata menceritakan setiap detail kecil kegiatannya pada Liana.
Sedangkan itu, di samping nama Natasha, terdapat simbol untuk membisukan notifikasi.
Natasha menyunggingkan senyum pahit yang ironis.
Pikirannya melayang pada saat dia pertama kali jatuh hati pada pria ini.
Saat itu, Natasha membuat keributan di pesta dansa, mengacaukan proyek penting yang sedang diperjuangkan Ericko. Pria itu langsung menekannya di dalam toilet, lalu merobek ujung gaunnya.
Natasha yang marah sempat menggigitnya, tetapi Ericko menahannya dari belakang, mencium daun telinganya, lalu berbisik dengan suara rendah.
"Tasha, jadilah anak baik."
Satu panggilan Tasha itu langsung meruntuhkan pertahanannya.
Sejak neneknya meninggal, tidak ada lagi yang memanggil Natasha seperti itu.
Mungkin karena selama ini Natasha terlalu kesepian.
Mungkin juga karena pria itu memang sangat protektif.
Pria itu akan melindunginya saat Natasha diganggu oleh orang mesum.
Pria itu juga akan menggantikan dirinya minuman saat perjamuan bisnis.
Bahkan saat mereka terjebak tanah longsor dalam perjalanan dinas, Ericko menggali tanah dengan tangan kosong untuk menyelamatkannya, lalu menggendongnya sejauh lima kilometer menuju rumah sakit.
Pada saat itu, di tengah pandangannya yang kabur, profil wajah Ericko yang tampan dan tegas terukir jelas di benaknya.
Semua detail kecil itu melintas di depan matanya, hingga akhirnya Natasha sadar bahwa dia telah jatuh cinta pada pria itu.
Jadi, Natasha mempersiapkan hadiah dengan hati-hati, berencana menyatakan perasaannya.
Namun, saat Natasha melangkah ke ruang kerja untuk menemuinya dengan hati gembira, dia mendengar pria itu sedang menelepon ....
"Tuan Muda Ericko, sampai kapan kamu akan bermain sandiwara sebagai bos perusahaan kecil? Apa yang nggak kamu miliki? Kenapa kamu bersikeras bekerja di Grup Wangsa dengan gaji hanya 4 miliar setahun? Apakah hanya untuk menemani putri sulung Keluarga Wangsa, si Liana itu? Apakah ini untuk membalas budi karena dia sudah membantumu saat kalian diculik dulu?"
Ericko membalas dengan ekspresi dingin, "Tanpa Lia, aku nggak akan bisa selamat pada saat itu. Jadi, aku harus membalas kebaikannya."
"Tapi bukannya kamu masih memiliki hubungan pertunangan dengan putri kedua Keluarga Wangsa? Aku mengira kamu bertunangan dengannya karena kamu menyukainya, ingin menjadikannya istri sahmu ...."
Tawa kecil Ericko terdengar.
"Dia hanya gadis kecil yang manja dan suka membuat masalah. Dia nggak pantas menjadi istriku."
Setiap katanya seperti pisau tajam yang menusuk keras ke dalam hati Natasha!
Ternyata orang yang selalu ada di dalam hati Ericko adalah Liana.
Sedangkan dirinya? Hanya seorang gadis nakal yang harus dididik di atas tempat tidur!
Saat itu juga, Natasha melemparkan hadiah yang telah dia persiapkan ke luar jendela.
Dia tidak akan mencintai Ericko lagi!
Sekarang, Natasha bahkan tidak lagi menginginkan hubungan pertunangan dengan putra dari Keluarga Pradana itu.
Mata Natasha memerah, menahan air mata yang mendesak keluar.
Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka. Ericko melangkah keluar, lalu langkahnya terhenti saat melihat mata Natasha.
"Apa aku terlalu kasar sampai kamu menangis lagi?" tanya pria itu.