Bab 13
Di sisi lain, Nadia dan Darian berjalan berdampingan di jalanan Bayura yang ramai.
Tawa para pejalan kaki berseliweran di sekitar mereka, namun hati Darian terasa seperti diremas kuat oleh sesuatu. Rasa perih yang sulit dijelaskan perlahan menyebar di dadanya.
Akhirnya, dia tak sanggup lagi menahan cemburu yang menggelora. Dia berhenti mendadak dan menarik pergelangan tangan Nadia.
"Sayang, selama ini kamu melarang aku datang ke Bayura ... apa karena pria tadi itu?"
"Kenapa kamu makan dengannya? Kenapa kamu terlihat begitu akrab dan bahagia saat mengobrol dengannya?"
"Memangnya kamu sebegitu sukanya dengan pria polos itu? Selain lebih muda dariku, apalagi yang dia punya sampai bisa menandingiku?"
Melihat Darian yang jelas-jelas dilanda cemburu, sudut bibir Nadia terangkat membentuk senyum yang sulit ditebak maknanya.
"Darian, kamu seharusnya tahu. Dengan posisiku sekarang, wajar kalau ada beberapa pria di sekitarku."
"Tenanglah, jangan terlalu posesif."
Darian langsung tersulut emosi.

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda