Bab 14
Hanya dengan satu kalimat itu, semua kegelapan di hatinya langsung sirna.
Gelombang kegembiraan menyapu habis dirinya, bibirnya tak bisa menahan senyum, bahkan kedua tangannya gemetar karena terlalu bersemangat.
Setelah terbawa euforia, dia tak sabar menelepon asistennya.
"Segera hentikan semua urusan lain. Persiapkan pernikahan paling mewah dan romantis untukku!"
"Nggak, tunggu ... buatkan juga setelan jas khusus, dan satu cincin berlian, harus berlian merah muda favorit Nadia, dan gaunnya harus ... "
Setelah menutup telepon, dia masih tenggelam dalam kebahagiaan.
Tiga hari berlalu begitu cepat.
Hari itu, dia sudah menunggu di depan kantor catatan sipil sejak awal, memegang setangkai mawar merah yang segar dan cantik.
Dia berdiri di sana dengan mata penuh harap, hingga udara di sekitarnya terasa manis dan hangat.
Jarum jam perlahan menunjukkan pukul dua, namun Nadia belum juga muncul.
Dia ingin menelepon, tapi takut jika terdengar mendesak, Nadia malah merasa terganggu.
Waktu berjalan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda