Bab 16
Dia berhenti sejenak, menatap Elita.
"Mungkin masa kecilmu memang sulit, tapi kemudian aku mendukungmu. Setidaknya dalam hal materi, kamu nggak kekurangan, bahkan bisa dibilang berkecukupan."
"Tapi setelah memiliki semua itu, kamu nggak memilih untuk berusaha sendiri, malah memilih menggunakan kebohongan untuk mencari sandaran baru."
Tubuh Elita sedikit tegang, seolah tersentuh di titik paling sakit hatinya.
Bibirnya bergetar ringan, ingin membantah, tapi tak ada kata yang keluar.
Nadia tak mau ambil pusing. Dia menoleh untuk pergi, tapi pergelangan tangannya ditarik Elita.
"Jangan ... jangan pergi!"
"Aku tahu ini salahku sendiri, tapi aku benar-benar mencintainya."
"Tolong ... maafkan dia. Aku nggak akan menjadi ancaman untuk kalian lagi."
"Aku ... aku hanya ingin dia bahagia. Selama dia bahagia, itu sudah cukup ... "
Namun, Nadia melepaskan tangannya dengan dingin dan berkata.
"Nggak pantas kamu seperti ini hanya demi seorang pria saja."
Setelah itu, Nadia tidak memedulikan Elita la

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda