Bab 9
Yanto duduk bangun dan menyalakan lampu di meja samping tempat tidur.
Mengambil jurnal berbahasa asing yang terletak di meja itu, yang semalam belum sempat dibaca, dia berusaha mengisi kekosongan di kepalanya dengan rumus dan data yang sudah akrab, berharap bisa mengusir kegelisahan yang tidak jelas itu.
Pandangannya melintas di antara huruf dan simbol yang rapat, tetapi tak satu pun kata yang bisa dia cerna.
Bidang-bidang yang biasanya bisa membuatnya langsung tenggelam dan menemukan ketenangan serta kedamaian, saat ini seolah diselimuti kabut, menjadi asing dan membosankan.
Dia menutup jurnal itu dengan kesal, melemparkannya kembali ke nakas.
Dia turun dari ranjang, menyelipkan sandal, lalu masuk ke ruang kerja.
Setelah menyalakan lampu meja, dia duduk di depan meja, membuka buku catatan eksperimen terbaru.
Dia memaksa diri fokus pada data dan rumus yang belum terpecahkan.
Ini adalah bidangnya, kerajaannya. Di sini dia bisa mengendalikan segalanya.
Waktu berlalu detik demi detik.
Di

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda