Bab 16
Sandy melangkah masuk ke vila, pandangannya menyapu sekeliling. Saat mendapati hanya ada mereka berdua di sana, diam-diam dia merasa senang.
Dia mengira Wenny sengaja menyingkirkan yang lainnya untuk menciptakan suasana kencan.
Sejak terakhir kali berpura-pura sakit di rumah sakit, Wenny selalu mencari berbagai alasan untuk menolak ajakannya. Bahkan jika datang, pikirannya selalu melayang entah ke mana.
Dari mulut Zian, Sandy tahu bahwa si orang tak berguna itu sudah pergi, dan tak ada lagi yang menghalanginya.
Prioritas utamanya sekarang adalah segera menaklukkan Wenny.
Wenny menatap Sandy, sorot matanya dingin, rasa penyesalan di hatinya makin menguat.
Jika dilihat lebih saksama, selain tubuhnya yang utuh, parasnya tidak lebih tampan dari Stefano, dan kepeduliannya hanya sebatas ucapan.
Dia tidak pernah benar-benar melakukan satu pun hal untuk Wenny.
Stefano justru sebaliknya, selalu memberi lewat tindakan, diam-diam berkorban, dan tak pernah pandai mengucapkan kata-kata manis.
Melih

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda