Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 4

Keesokan harinya aku sambil sarapan membuka berkas yang dikirimkan oleh kepala pembantu. Bersama berkas itu, Rika juga dibawa masuk dengan mulut disumpal kaus kaki bau. Data tentang dirinya sangat sedikit, hanya beberapa lembar. Sudah selesai kubaca. Ternyata Rika adalah seorang mahasiswa miskin yang dibiayai oleh Alvin. Kemudian, dia direkrut secara khusus ke dalam Grup Gumar. Selama ini, dengan identitas sahabat karib, Alvin membawanya masuk ke setiap lingkaran orang berpengaruh. Bahkan mendirikan "Yayasan Rika" hanya untuk membukakan masa depan baginya. Ingin menyelipkan Rika ke dalam lingkaran bisnis kelas atas? Heh, itu juga harus lihat apakah aku mengizinkan. Selesai makan, aku menatap tenang ke arah Rika. Mata Rika yang penuh kebencian menatapku tajam. Pak Hadi maju dan menarik benda yang menyumpal mulutnya. "Nabila! Alvin tahu kamu culik aku. Dia nggak akan melepaskanmu!" "Kamu kira kamu masih putri Keluarga Zerrin yang terhormat seperti tiga tahun lalu?" Aku menatapnya, tetap tidak mengerti, apa sebenarnya yang disukai Alvin darinya. "Meski margaku Zerrin, tapi aku juga ada hubungan darah dengan Keluarga Mallor." Rika terdiam, tidak paham maksudku. "Tokoh besar dunia bisnis, Joni Mallor, adalah kakekku dari pihak ibu." Rika tertegun, lalu wajahnya seketika pucat. "Nggak ... Itu nggak mungkin!" Aku terkekeh lalu berkata, "Sepertinya kamu sudah ingat ya." "Nona, para ahli tato sudah tiba," ujar Pak Hadi. Aku menatap belasan ahli tato di belakang Pak Hadi, lalu menunjuk Rika yang berlutut di lantai. "Dia suka tato, jadi berikan padanya." Mata Rika penuh ketakutan, tubuhnya meronta, tetapi para pengawal menekannya kuat-kuat. Para ahli tato maju satu per satu, memenuhi tubuhnya dengan tulisan "Pemanas Ranjang Nomor Satu", "Alvin Pernah Singgah", "Wajib Dicoba", "Kenikmatan Gratis", ... Dari teriakan dan makian, berubah jadi ratapan, hingga akhirnya dia pingsan. Begitu semua selesai, Alvin bergegas masuk. Melihat Rika hampir telanjang dengan tubuh penuh tato, matanya langsung memerah. "Nabila! Apa yang kamu lakukan!" "Kamu ... Kenapa kamu sekarang jadi begitu kejam!" "Dia hanya seorang gadis muda, kelak gimana dia bisa bertemu orang lain? Kamu ingin hancurin hidupnya, ya?" Aku menatap Alvin yang melindungi Rika. Sikapnya sama seperti tiga tahun lalu saat melindungi diriku. "Alvin, aku sudah beri kamu kesempatan," ujarku dengan nada dingin. Alvin membalas, "Nabila, ibuku benar, kamu memang nggak pantas jadi bagian Keluarga Gumar." "Kamu sudah berubah jadi begitu kejam, jadi aku nggak perlu lagi pikirin hubungan kita." "Pertunangan kita batal. Aku akan menikahi Rika." "Kamu yang memaksaku melakukan ini." Melihat Alvin melindungi Rika dengan wajah penuh cemas dan sayang, mataku pada akhirnya tetap terasa panas. Kenapa seseorang bisa berubah secepat ini? Pikirku. "Nabila, kamu kira bisa semena-mena hanya karena bersandar pada Keluarga Zerrin, 'kan?" "Kalau begitu, Keluarga Zerrin nggak perlu ada lagi." Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. Demi Rika, Alvin bahkan ingin menghancurkan Keluarga Zerrin. Semua itu hanya untuk membela Rika? Dia benar-benar mengira Keluarga Gumar sekarang bisa menguasai segalanya. Alvin mengangkat Rika yang terus terisak, bersiap pergi. Namun, baru berbalik, dia bertabrakan dengan seseorang yang tergesa masuk. "Pak ... Pak Alvin, para pemegang saham perusahaan semuanya menarik investasi." "Para mitra juga mendatangi kantor, mereka menuntut pemutusan kontrak!"

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.