Webfic
Buka aplikasi Webfix untuk membaca lebih banyak konten yang luar biasa

Bab 8

Sofi datang menjemputku di bandara. Di sampingnya berdiri seorang pria berwajah lembut, agak malu-malu tersenyum padaku. "Nabila, ini pacarku, Evan Karim." Evan mengulurkan tangan. "Nona Nabila, Sofi sering cerita tentang kamu." Aku menjabat tangannya. "Panggil aku Nabila saja." Sofi merangkulku sambil berceloteh, "Pas sekali kamu pulang! Bulan depan aku menikah, kamu harus jadi pengiring pengantinku!" Aku terkejut. "Begitu cepat?" "Kalau bertemu orang yang tepat, tentu harus cepat!" Sofi tersenyum cerah. "Lagi pula, seseorang sudah nggak sabar." Telinga Evan memerah, dia merangkul bahu Sofi dengan lembut. Aku menatap mereka, tersenyum tulus. Bagus sekali. Masih ada orang yang percaya pada cinta, masih ada orang yang bisa mendapat kebahagiaan. Saat perjalanan pulang, di dalam mobil, Sofi bertanya dengan hati-hati, "Jadi apa rencanamu selanjutnya?" "Istirahat dulu, lalu ... " Aku berpikir sejenak sebelum melanjutkan, "mungkin bantu-bantu di perusahaan Kakek." "Kakek Joni pasti senang se

Klik untuk menyalin tautan

Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik

Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda

© Webfic, hak cipta dilindungi Undang-undang

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.