Bab 3
Kiara berbaring dalam pelukanku, tubuhnya terasa lembut saat dipeluk, dan dari dirinya tercium aroma ringan khas gadis muda.
Niat nakalku muncul untuk menggodanya, memaksanya mengaku mengapa di kamar mandi dia memikirkan aku. Apakah sejak awal dia sudah menyimpan perasaan yang tidak sepantasnya kepadaku?
Wajah Kiara memerah seolah-olah hendak meneteskan darah. Dia menenggelamkan kepala ke dadaku dan enggan menjawab.
Aku mengira dia akan membantah dengan keras kepala, tetapi dia justru mengangguk dengan jujur, mengakui perasaan cintanya kepadaku.
"Kak Jodi, sejak pertama kali bertemu denganmu aku sudah menyukaimu." Sorot matanya meredup. "Tapi, kamu suami Kak Jenny. Apa yang kita lakukan ini nggak menyakiti dirinya?"
Dalam hati aku menghela napas. Sungguh gadis yang baik hati.
Padahal Kiara terlalu memikirkan hal itu. Setelah bertahun-tahun menikah, gairah antara aku dan istriku telah lama memudar, yang tersisa hanyalah kebiasaan yang membosankan.
Aku tidak sanggup melihat Kiara bersedi

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda