Bab 11
Fajar menerima kabar ledakan di rumah utama Keluarga Yandika saat sedang memimpin rapat video lintas negara yang sangat penting.
Asistennya tiba-tiba menerobos masuk ke ruang rapat tanpa sempat mengetuk. Langkahnya limbung, wajahnya pucat, suaranya bergetar hebat.
"Pak Fajar ... rumah utama ... rumah utama meledak!"
Selama ini, di layar konferensi, para eksekutif hanya bisa menyaksikan pemimpin muda yang selama ini dikenal setenang batu karang. Namun setelah asistennya berbisik singkat, Fajar mendadak bangkit berdiri. Kursi kulit di belakangnya terdorong keras ke belakang, menimbulkan suara gesekan tajam yang memekakkan telinga.
Raut tenang di wajah Fajar runtuh seketika. Di matanya terlintas emosi asing yang belum pernah muncul sebelumnya. Panik dan nyaris tak terkendali.
"Apa maksudmu meledak?" bentaknya. "Di mana Wulan?! Bukankah hari ini dia sendirian di rumah itu?"
Dia tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Tubuhnya sudah melesat keluar dari ruang rapat, meninggalkan layar penuh

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda