Bab 404
Wajah Shayne tampak agak suram, "Nggak bisa pergi dalam waktu dekat."
"Besok masih harus ke tempat Yuna?"
"Hmm."
Merry terdiam sebentar, lalu berkata, "Kamu saja yang pergi, aku nggak ikut."
Shayne mengangkat kepala, mata hitamnya menatap wajah cantik wanita yang tanpa ekspresi itu.
Bibir tipisnya bergerak, "Nggak bisa."
"Orang yang ingin dia temui bukan aku. Aku pergi atau nggak, nggak ada bedanya. Buat apa saling menyiksa, saling mengganggu? Atau jangan-jangan ...."
Merry menatapnya sambil setengah tersenyum, "Kalau aku nggak ikut, kalian akan melakukan sesuatu yang nggak sepatutnya ...."
"Merry!" Suara pria yang dalam, langsung memotong kata-katanya. Di mata hitamnya jelas ada ketidakpuasan.
"Kalau memang nggak akan terjadi apa-apa, aku pergi atau nggak itu sama saja. Yuna memang menyelamatkan kita, aku sangat berterima kasih padanya, tapi tetap nggak bisa mengubah fakta kalau aku membencinya. Jadi ...."
Dia menatap mata pria itu, "Aku nggak mau melihatnya lagi, membiarkanmu menjeng

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda