Bab 120 Pergi Menenangkannya, Pergi Memohon Padanya
Ini pertama kalinya James bersikap tidak sabar padanya.
Serta mengucapkan kata-kata sedingin itu.
Hati Anggita hancur berkeping-keping. "Aku hanya takut kehilanganmu. Kamu nggak boleh sedingin ini padaku!"
"Cukup!"
James memotong dengan suara keras. "Itu bukan alasan buat kamu menghancurkan rencanaku!"
"Kamu tahu betul betapa pentingnya proyek resor itu bagiku. Tapi demi kepentingan pribadimu, kamu tetap merusaknya. Anggita, kamu benar-benar mengecewakanku."
Sikap dingin dan kejam itu membuat Anggita hampir pingsan. "Jadi sekarang kamu mau pergi menenangkannya, memohon padanya, ya?"
Beberapa hari ini James tidak tidur nyenyak. Kepalanya berdenyut hebat.
Sekarang terus-terusan ditekan seperti ini, rasanya hampir meledak.
Dia tidak ingin berdebat dengannya lagi. Suaranya serak. "Sekarang hanya dia yang bisa membantu Keluarga Hauten. Setelah urusan ini beres, baru aku kembali mencarimu."
Ucapan itu jelas-jelas menjawabnya kalau James akan pergi mencari Adele.
Anggita tidak membiarkannya p

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi Webfic untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda