Webfic
Open the Webfic App to read more wonderful content

Love Never Dies novel

Webfic has found related content about Love Never Dies novel  for you. This includes books related to Love Never Dies novel, as well as Love Never Dies novel  related content information.

Madame, Your Sock Puppet Was Lost Again
Rona, an adopted daughter, grew up in the countryside and was then allowed to come back to the family one day. Rumour had it that she was illiterate, rude, greedy and ugly and that she dropped out of high school. Lorenzo backed her up online: Honey, you saved my life before, and I want to marry you to show my appreciation. I’m waiting for you! It was well-known that Lorenzo was destined to die before thirty. But the truth was that he had been thirty years old and was showing his affection online! They commented, trying to persuade him: Lorenzo, don’t be blinded. She’s not worthy of you. Lorenzo posted her certificates: She’s a professor by courtesy at City H and an honorary professor at Country A. Indeed I’m not good enough for her. Honey, love you! When her fake identities were exposed one by one, those onlookers finally realized what Lorenzo meant. Lorenzo justified for her online and asked for her love and care offline. “Honey, today I’m captivated by you, as usual. Love you!” “Honey, you’re so awesome. You have many sock puppets!” Rona, who didn’t have any experience in love, felt Lorenzo extremely annoying. He had confessed to her 107 times! When he approached her again, Rona pushed him away and uttered two words coldly, “Fuck off!” When the onlookers learned about Rona’s sock puppets, they excitedly required him to make an apology. Lorenzo stood in front of them arrogantly and pointed at Rona, “She’s my wife.”
Read Now
Terjerat di Balik Topeng Dingin
RomanceVanya Angkara dikenal sebagai sosok yang memesona. Senyum di bibir merahnya begitu menawan, dan tatapan matanya penuh daya pikat. Sementara Kresna Tiranta adalah pewaris elite keluarga terpandang. Sosoknya dingin, berjarak, disiplin, bagaikan bunga di puncak gunung yang tak tersentuh. Tak ada yang menyangka, dua sosok yang begitu berlawanan ini justru larut dalam gairah tersembunyi. Mereka bergumul liar di kursi belakang Maybach saat malam sunyi, kehilangan kendali di kamar mandi acara amal, hingga di depan jendela tinggi sebuah kebun anggur pribadi, sampai kaki mereka lemas. Setelah melalui satu malam penuh gairah, terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Vanya bersandar di ranjang, lalu menghubungi ayahnya, Dirga Angkara. "Aku bersedia menikah dengan pewaris dari Kota Altara yang katanya sekarat itu untuk penolak bala. Tapi aku punya satu permintaan." Terdengar nada bahagia di seberang telepon yang tak bisa disembunyikan. [Katakan saja! Selama kamu mau menikah, Ayah akan menyetujui apa pun.] Kemudian, Vanya menjawab, "Kita bicarakan saat aku pulang." Suaranya terdengar lembut, namun matanya dingin dan kosong. Dia mengakhiri panggilan. Saat hendak bangkit untuk berpakaian, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada laptop milik Kresna di samping. Layar WhatsApp masih menyala, dan ada pesan terbaru berasal dari seorang gadis dengan nama kontak "Calia". [Kresna, ada petir ... aku takut.] Ujung jari Vanya bergetar pelan. Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dan Kresna melangkah keluar. Butiran air meluncur di sepanjang tulang selangkanya, dan dua kancing kemejanya terbuka santai. Ketenangan dingin yang biasanya dia miliki kini diselipi kesan malas yang berbahaya. "Ada urusan kantor. Aku pergi dulu," katanya sambil mengambil jas, suaranya tetap datar dan dingin. Bibir Vanya terangkat tipis, senyumnya samar namun tajam. "Urusan kantor, atau mau menemui cinta pertamamu?"
Read Now
Previous page
1
2345
•••
30Next page

© Webfic, All rights reserved

DIANZHONG TECHNOLOGY SINGAPORE PTE. LTD.